Minggu, 05 Juni 2016

ORANG KUAT



Ada SUARA yang tidak terdengar oleh telinga, itulah SUARA HATI.
Ada BENTUK yang tidak terlihat oleh mata, itulah PIKIRAN.
Ada AROMA yang tidak tercium oleh hidung, itulah KEBAJIKAN.
Ada RASA yang tidak terkecap oleh lidah, itulah KETULUSAN.
Ada SENTUHAN yang tidak teraba oleh kulit, itulah KASIH SAYANG.
Ada KONDISI BATIN yang tidak terpikir oleh pikiran, itulah KESADARAN.

*** Orang yang KUAT adalah:
- Orang yang DAPAT BERSERAH saat kekuatiran datang
- Orang yang DAPAT MENGENDALIKAN DIRI saat amarah menyerang
- Orang yang DAPAT BERSYUKUR di saat kekecewaan tak kunjung reda
- Orang yang DAPAT TERSENYUM pada saat terluka.
- Orang yang DAPAT BANGKIT saat terjatuh.


***Jika dalam hidup ini kita selalu:
• Memancarkan CINTA KASIH, maka kita akan diSAYANGI.
• BERMURAH HATI, maka kita pun akan MURAH REJEKI.
• BERWELAS ASIH, maka di manapun kita akan TERLINDUNGI.
• JUJUR, maka kita akan menjadi org yang DIPERCAYA.
• RENDAH HATI, maka kita akan menjadi org yang DISEGANI.
• SEMANGAT, maka kita akan selalu MENGINSPIRASI.
• BIJAKSANA, maka kita akan banyak meraih SIMPATI
Selamat Pagi, selamat beraktivitas. Gbu. Salam Ikhsan DAVE Apartemen

BUNDA ELLY RISMAN

Peter Pan Syndrome, Cinderella Complex dan Adverisity Quotient Ditentukan Lewat Pola Asuh di Rumah Peter Pan Syndrome vs Cinderella Complex dalam upaya pencegahan perceraian dini, begitu tema seminarnya. Waktu pertama kali dengar saya pikir ini kurang relevan untuk saya karena anak-anak masih kecil, belum lagi remaja. Jangankan bicara cerai, bicara nikah aja belum terpikirkan.

Tapi kemudian diajak Bunda Nina dan Bunda Riva pake mobil, wah ngga nolak deh ada tumpangan, trims yaa. Eh ternyata materinya kompleks banget, dan yang paling membuat surprise adalah semua berawal dari kasih sayang orang tua dan over proteksi yang tidak pada tempatnya sejak dini, sehingga membunuh kemandirian anak dan membuat rendahnya Adversity Quotient (kemampuan untuk survive). Yang pada gilirannya akan mencetak laki-laki dengan Peter Pan syndrome, yaitu yang tidak pernah dewasa. Atau anak perempuan dengan cinderella complex yang mengharap ‘prince charming’ datang untuk menyelamatkannya, karena tak mampu menghadapi kesulitan hidup akibat terlalu dilindungi.

Pernahkah anda menyuapkan makanan pada anak anda yang sudah SD karena kuatir dia sakit jika tidak makan ? Atau pernahkah anda melihat anak SD berjalan melenggang sementara Ibu/pengasuhnya membawakan tas mereka. Atau jika anda ditelepon anak anda dari sekolah karena buku PRnya ketinggalan, apakah anda akan tergopoh-hopoh datang ke sekolah untuk mengantarkannya, alih-alih menyuruhnya pulang atau membiarkannya disetrap karena kelalaian. Apakah anda membuka satu per satu buku anak untuk mencari PRnya, kemudian mengoreksi PR dengan tangan anda bahkan menolong membuatkan supaya nilainya bagus. Jika ketiga hal diatas terjadi pada anda, maka waspadalah anda sedang menjerumuskan karakter diri anak anda. Kasih sayang yang anda berikan akan merusak kemampuannya untuk survive di masa depan.

Dalam makalah Bunda Elly ciri-ciri anak dengan Peter Pan Syndrome adalah mereka terbiasa hidup nyaman tanpa beban tanggung jawab, tidak suka bekerja keras, kegiatannya banyak main-main, tidak pernah punya tanggung jawab, tidak bisa mandiri/dewasa, tidak berani mengambil keputusan dan menanggung resiko, kurang percaya diri, enggan hidup sendiri karena mengalami ketergantungan pada orang lain.

Pada anak-anak dengan pola asuh yang potensial menimbulkan Peter pan syndrome biasanya cenderung :Suka menentang, pemberontak, susah punya komitmen, pemarah (marah jika kemauannya tidak terpenuhi), tidak bisa menerima kritikan, mudah sakit hati, terlalu cinta pada diri sendiri, senang memanipulasi dan menolak hubungan dengan lawan jenis. Akibatnya mereka punya masalah tidak tahan terhadap invasi kekuasaan dari lingkungan, mereka tidak mampu berpikir tentang dirinya dan apalagi menangani problem yang menimpa. Karena sejak kecil semua masalanya diatasi bunda, ayah atau pengasuhnya.
Cinderella komplex biasanya menimpa anak wanita yang selalu dilindungi atau yang hidupnya dalam keadaan tertekan. Ia mengharap ada figur yang dapat menyelamatkannya di setiap masalah yang dihadapi. Tanpa berusaha untuk berjuang dengan mengerahkan segenap kemampuan. Dengan pola asuh salah orang tua potensial membentuk karakter laki-laki dengan ciri Peter Pan akibat dimanja dan dibela setiap melakukan kesalahan, dilindungi dan dituruti keinginannya. Sementara anak perempuan dengan ciri Cinderella tidak dididik untuk menerima kenyataan hidup dan diberi banyak mimpi tentang kisah happy ending tanpa tau bahwa happy ending adalah reward dari a long and windeng journey of strugling.
Kedua karakter ini di masa depan akan mengkontribusi dunia dengan generasi yang memiliki AQ (Advertsity Quotient) yang sangat rendah.. Apabila keduanya bertemu dan menikah besar kemungkinan perceraianlah yang terjadi atau never have happy ending. Karena mereka tidak memiliki cukup AQ untuk mengupayakan kehidupan yang lebih baik. AQ adalah kecerdasan untuk bertahan dan mengatasi setiap kesulitan hidup lewat perjuangan. Dengan AQ ditentukan kadar kemampuan orang mengatasi kemelut tanpa menjadi putus asa.
Akhir-akhir ini, setelah gencar ESQ ditingkatkan, sebagai cara melejitkan prestasi anak di masa depan lewat potensi spiritual. AQ muncul sebagai jawaban atas sedihnya hidup orang-orang yang secara karier dan materi sukses, tapi tidak dapat meraih kebahagian akibat rendahnya AQ. Terutama dalam mebina hubungan dlam rumah tangga.

AQ adalah indikator untuk melihat :
1. Kemampuan bertahan dalam setiap penderitaan dan tau cara mengatasi situasi yang membuat penderitaan.
2. Keterampilan untuk menerima dan menyelesaikan setiap tantangan.
3. Ilmu tentang ketabahan manusia (Human Resillience) Perusahan maju mulai melihat indikator di atas sebagai patokan dalam merekrut karyawan baru. Selain IQ, EQ dan ESQ. Untuk memberikan gambaran AQ ini, Stoltz meminjam terminologi para pendaki gunung. Stoltz membagi para pendaki gunung menjadi tiga jenis
:
1. Quitter (Mudahmenyerah). Para quitter adalah para pekerja yang sekadar untuk bertahan hidup). Mereka ini gampang putus asa dan menyerah di tengah jalan saat menerima tantangan.

2. Camper (Berkemah di tengah perjalanan). Para camper lebih baik, karena biasanya mereka berani melakukan pekerjaan yang berisiko, tetapi tetap mengambil risiko yang terukur dan aman. “Ngapain capek-capek” atau “segini juga udah cukup” adalah moto para campers.  Orang-orang ini sekurang-kurangnya sudah merasakan tantangan, dan
selangkah lebih maju dari para quitters. Sayangnya banyak potensi diri yang tidak teraktualisasikan, dan yang jelas pendakian itu sebenarnya belum selesai.

3. Climber (pendaki yang mencapai puncak). Para climber, yakni mereka, yang dengan segala keberaniannya menghadapi risiko, akan menuntaskan pekerjaannya. Mereka mampu menikmati proses menuju keberhasilan, walau mereka tahu bahwa akan banyak rintangan dan kesulitan yang menghadang. Namun, di balik kesulitan itu ia akan mendapatkan banyak kemudahan.”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” Dalam konteks ini, para climber dianggap memiliki AQ tinggi. Dengan kata lain, AQ membedakan antara para climber, camper, dan quitter . AQ ternyata bukan sekadar anugerah yang bersifat given. AQ ternyata bisa dipelajari. Dengan latihan-latihan tertentu, setiap orang bisa diberi pelatihan untuk meningkatkan level AQ-nya. Tetepi hasil terhebat akan diperoleh jika kita mampu menginstal AQ ini dalam diri potra-putri kita.

Untuk menghasilkan anak dengan ketangguhan seorang Climber yang memiliki AQ tinggi, kita harus memperhatikan 9 aspek perkembangan : Fisik dan kesehatan, daya tahan mental, kestabilan emosi, kemampuan sosial, keimanan dan ibadah kepada Allah SWT, keterampilan dan seksualitas yang normal. So, Smart Parents mau dibawa ke mana pola asuh yang anda terapkan di rumah sepenuhnya adalah hak anda. Tetapi untuk menjadikan anak yang tangguh perlu banyak belajar, usaha dan sabar. Sebelum bicara tentang AQ untuk anak kita, mari berkaca dan meyakini sudah sejauh mana kita sendiri mengembangjan AQ diri kita, dan berusaha meningkatkannya. Demikian semoga bermanfaat. Be Positive and Get Smarter Every Day..!!!

JUBAH PALSU.

(Ctt. ZAHIR C.LUBIS)

1.Bagi keadaan yang sempurna, berlakulah hukum: bahwa yang di luar mencerminkan yang di dalam, kulit menunjukkan isi. Jika sese-orang mengenakan ikat pinggang Majusi, tahulah kita bahwa ia seorang penyembah api. Jika kita temui seorang yang berseragam polisi, selayaknya kita dapat meminta perlindungan kepadanya se-waktu bahaya mengancam.

2. Adalah seorang lelaki yang mengenakan jubah sufi, yang terbuat dari bulu domba yang kasar. Pakaian demikian merupakan lambang penyangkalan terhadap kenikmatan dunia, bahwa pemakainya sudah tidak lagi dipengaruhi oleh nafsu amarah. Ia seharusnya berhati lapang, takwa dan bijaksana.

3. Namun sebagaimana banyak kita temui orang-orang yang tidak dapat mempertahankan identitasnya, maka lelaki yang berpakaian sufi itupun sebenarnya belum pantas menyandang predikat sufi. Ia hanya berjubah sufi, tapi belum seorang sufi. Hal itu mudah dibuktikan.

4. Seekor anjing jantan lewat didekatnya lantas berhenti dan mengangkat satu kaki belakangnya. lalu sufi itu dikencinginya. Serta merta sang sufi mengambil sebatang tongkat dan memukulkannya kepada anjing itu hingga terkaing-kaing kesakitan.

5. Anjing itu lalu pergi mendapatkan seorang Guru untuk mengadukan halnya. Ia memohonkan keadilan karena telah disakiti. "Guru yang bijaksana, tadinya kukira lelaki itu seorang sufi, tapi rupanya bukan. Jika ia seorang sufi, perkara diantara kami dapat diselesaikan dengan menggunting jubah yang terkena kencingku, ataupun dengan membasuh jubah itu tujuh kali dan sekali di antaranya dengan air lumpur."

6. "Oleh karena itu, jika akan dijatuhkan hukuman yang pantas kepadanya ialah melucuti pakaian itu dari padanya, agar tidak ada lagi yang terkecoh. Jika kutahu ia akan memukulku, pastilah aku tak berani mengencinginya."

7. Sesungguhnya amat banyak orang-orang gadungan yang berkeliaran di sekitar kita.

KEHANGATAN LEDAKAN HEBAT



Dua σrang anak berusia 8 th menuangkan bensin di kompor untuĸ mendptkan KEHANGATAN. LEDAKAN HEBAT pun terjαdi dan merenggut nyawa salah seorang diantaranya. Anak yang satunya mengalami LUKA BAKAR di kaki dan dokter menyarankan segera DIAMPUTASI agar tidaĸ menyebarkan INFEKSI. Tetapi ortunya berkata, "kita tunggu saha beberαρα hari." Hal ini berlangsung beberaρα minggu dan kaki anak itu SEMBUH tetaρĭ kaki kirinya lebih pendek 6,4 cm. "Ia tidak akan pernah bisa BERJALAN!" kata dokter.

Βeberαρα minggu kemudian, ternyata anak i†u bisa berĵαlαn dengan bantuan TONGKAT PENYANGGA. Dokter memprediksi,"Ia tidak akan bisa berĵαlαn TANPA TONGKAT!" Tetapi dalam beberαρα minggu, anak i†u membuktikan bisa BERJALAN TANPA TONGKAT. Lagi" dokter berkata," Ia bisa BERJALAN, tapi tidak akan pernah BERLARI !" Tetapi anak i†u belajar BERLARI !

Tahukah Anda bhw anak yangƍ dimaksud i†u adalah Glenn Cunningham yangƍ telah memenangkan MEDALI EMAS dan memecahkan REKOR DUNIA 1500 m dlm waktu 4 menit 8 detik ! Bgmn bisa seσrang anak yang "DIPREDIKSI" menderita KELUMPUHAN namun kenyataannya ia BERHASIL menjαdi seorang JUARA dí lintasan lari ? Kareпα ia ρunya SEMANGAT, PANTANG MENYERAH ραda keadaan ! Dan i†ulah ÿgƍ membuat dia BERHASIL !
Semangat Pagi,